Hate

Sometimes, people would hate you and there’s nothing you can do about it.

Accept, and let go.

Capek

Mungkin ini yang memang baik,

Berlelah-lelah di dunia supaya mendambakan akhirat saja.

Dan dengan begini aku jadi tahu,

Bahwa mengubah akhlak itu lebih berat, penuh airmata juga

Dan lebih gampang mengajarkan matematika daripada adab dan akhlak

Terutama kepada diri sendiri

Kecewa pada diri sendiri, lalu bangkit lagi

Capek dan sedih,

Tapi semoga surga ganjarannya.

Tahukah kamu, lebih gampang belajar integral daripada menahan marah?

Bisa

Masih jomblo, bisa adil bisa zolim
Suami istri, bisa adil bisa zolim
Punya anak, bisa adil bisa zolim
Istri satu, bisa adil bisa zolim
Istri lebih dari satu, bisa adil bisa zolim

Semua bisa adil biza zolim,

Daripada menduga dan menebak,

Lebih tepat berkaca pada diri sendiri.

Tahu

Aku tak mau tahu

Perihal urusan rumahtanggamu

Atau apa apa yang menjadi aib suamimu

Aku tak mau tahu,

Makanya aku tidak mau baca

Karena bagiku hanya menambah emosi saja

Aku tak mau tahu,

Karena kalaupun tahu,

Entah itu akan memberatkan timbangan amalku

Atau malah menambah timbangan dosaku

Aku tak mau tahu,

Bukannya akan bermanfaat bagiku,

Tapi malah menambah was was dan penyakit jiwaku

Jangan cerita kepadaku!

Kecuali kau pikir aku ini berilmu,

Dan kau memang cari solusi atas masalahmu

Iya, saya bukan pendengar yang baik. Bukan apa-apa sih, ini demi kesehatan jiwa saya juga. Kalau yang didengar cuma bikin sy tambah stres mah buat apa?

Siapa Tuhanmu

Melakukan blunder saat mengerjakan orderan, hasilnya tetap bagus sih menurut saya tp akhirnya gak bisa memuaskan klien 100% (padahal eta klien baik pisan) rasanya kok ya sedih ya..

Rasa bersalahnya masih menghantui padahal dapur sudah terpasang, hahaha.

Tapi entahlah ya… Saya kok ngerasa Allah suka menegur saya via pekerjaan proyek yang jadi nggak lancar (dulu pernah dibikin rugi 4 juta biar rajin mengamalkan doa ‘Yaa hayyu yaa qoyyum birohmatika astaghiits…’). Sekarang mungkin lg dites lagi, sebenarnya hati ini menghamba ke siapa?

Takut dimarahin klien, tapi nggak takut kalau shalatnya nggak di awal waktu

Sedih karena mengecewakan klien tapi kalau maksiat muka kok bisa lempeng aja.

Ada rasa khawatir tentang reputasi, gimana kalo gini gimana kalo gitu. Mempertanyakan seandainya saya lebih berusaha perhatikan detail ini dan itu…

Tapi detail bekal ke akhirat dicuekin aja. Padahal rezeki sudah dijamin, surga belum.

Dasar gila lu (ngomong ke diri sendiri)

Well, worry gets us nowhere.. Yang sudah terjadi tidak bisa diputar. Blunder kepada klien juga sudah dikompensasi sejumlah rupiah yang disepakati… Sekarang stoplah mengkhawatirkan dunia, kalau khawatirkan akhirat nanti juga dapat dunianya.

Jangan sampai kalau mati sekarang, ditanya ‘Man Rabbuka?’ jawabnya ‘klien saya!’