Melahirkan itu… (aftermath)

To see previous story, check:

https://thetrackofexistence.wordpress.com/2014/05/14/melahirkan-itu-prolog/
https://thetrackofexistence.wordpress.com/2014/05/14/melahirkan-itu-the-real-part/

Setelah dikunjungi oleh beberapa handai taulan dan saudara (eh sama aja bukan ya artinya?), sekitar jam setengah 2, anak saya pun diantarkan ke dalam kamar saya untuk rooming in. Hore. Berhubung anak saya mulutnya udah mangap dan lidahnya melet-melet, disimpulkan anaknya lapaar.. (iyalah 6 jam belum minum apa-apa)

Setelah dicek bidan, kolostrum berhasil keluar, dan anak saya pun langsung menyusu. Alhamdulillah, perlekatannya nggak terlalu masalah, pokoknya patokannya: mulut harus dower (mangap total) dan dagu nempel di PD. Anak saya nampak anteng nyusu jadi sepertinya perlekatannya berhasil. Horee…

Setelah melahirkan normal, alhamdulillah sorenya saya udah bisa jalan-jalan mondar mandir kesana kemari. Alhamdulillah recoverynya cepat πŸ˜€ untuk BAK dan BAB pun ternyata ga ada masalah πŸ™‚

Apa saja sih hal-hal yang perlu diperhatikan setelah melahirkan? Banyak ibu-ibu hebooh banget sebelum melahirkan, tapi ternyata ada beberapa hal yang harus kita pelajari juga (gak cuma ngeden dan senam hamil ajaa)

1. Menyusui

ASI gak keluar? Puting lecet? Bayi nggak mau menyusu? Pasti hal-hal semacam itu yang bikin kita khawatir hehehe.. Alhamdulillah ASI saya langsung keluar saat bayi udah di saya.. tapi qadarullah kadang2 ada ibu yang ASI nya nggak langsung keluar, don’t worry dan jangan langsung memutuskan untuk ber sufor. karena bayi dapat bertahan hingga 72 jam tanpa makan/minum apa2 (kalau gak salah yaa 72 jam, coba tanya bidan sama dokternya lg hehe. waktu itu bidanku bilang gitu). Intinya tetap usahakan perlekatan PD pada bayi dan rajin2 massage PD nya juga πŸ˜€ yang paling penting: jangan stress dan makan yang banyak! karena kunci bayi happy adalah ibu yang happy. mungkin bapakbapak bisa membantu pengkondisian ibu happy dengan memenuhi wishlist2nya :p *kesempatan dalam kesempitan*

Puting lecet? Itu mah makanan ibu2 menyusui awal awal :p saya sekitar 1-2 minggu awal mengalami, akhirnya diolesin aja pakai nipple cream berbahan lanolin – membantu kok. Tapi puting lecet itu menandakan si bayi perlekatannya belum benar, jadi harus terus kita arahkan supaya dia mulutnya mangap, dower dan dagunya nempel huehehe. tapi udah 5 bulan alhamdulillah udah gak pernah lecet lagi, jd mubazir deh si nipple cream saya huhuhu.

Ohiya karena di awal kehidupannya bayi itu doyaaann banget tidur, kita harus rajin menyusuinya 2 jam sekali. kalo udah 2 jam tidur, langsung bangunin suruh nyusu. dengan bayi sering menyusu, supply ASI kita juga akan meningkat (karena supply mengikuti demand – makin banyak demand supply makin makmur :D). Di sini kita harus pinter-pinter bagi waktu, dan bantuan dari orang-orang terdekat sangat signifikan, soalnya pengalaman saya dulu saking sempitnya waktu antara menyusui, jadi aja sambil menyusui saya disuapin makan. sisa waktunya curicuri tidur dan mandi (tiap malem bangun 2 jam sekali, asik gak tuh hahahaha).

2. Jangan sampai PD kepenuhan!

Di hari-hari pertama kelahiran si bayi, saya selalu dikasih suplemen ASI sama rumah sakit. Untungnya suster dan bidan rajin memeriksa kondisi bayi dan PD ibu, jadi di hari kedua saya dikasih tau kalau PD saya sudah bengkak karena kebanyakan ASI, jadi harus rajin disusuin dan dipompa. Kalau PD mulai terasa kencang, artinya sudah saatnya kita menyusui atau dipompa aja kalau bayinya baru menyusu. Kalau PD kencang dibiarin kelamaan, akan terasa beberapa bagian mengeras (kalau diraba ada gumpalan-gumpalan), kita harus hati-hati karena kalau si gumpalan itu dibiarkan bisa jadi mastitis.

Kalo udah mastitis gimana tuh suster?

“wah bisa meriang dan demam bu, kalau sudah parah itu harus dioperasi.”

what. oke fix nggak mau berurusan dengan mastitis. lebih baik rajin rajin mompa sambil ngantuk daripada operasi.

Di awal-awal setelah melahirkan saya sering mengalami PD keras sampai ada gumpalan (pusing yee ASI dikit stres kebanyakan bingung hihihi). Β Biasanya saya memompa PD atau langsung disusui ke anak. Tapi saya lebih suka menyusui langsung, karena PD lebih cepat kosong dan anak pun kenyang hehehe.. sampai-sampai anak saya sempet dijulukin ‘medela ultrasonic boom’ saking doyannya nyusu πŸ˜› kalau udah agak parah, biasanya saya lakukan breast care. PD dikompres dengan handuk panas, kemudian dimassage dengan baby oil sampai gumpalan-gumpalan itu hilang. Kalau masih di rumah sakit, minta aja ke bagian fisioterapinya untuk breast care, soalnya kalau dibantu orang lebih mudah daripada breast care sendiri.

3. Awas Tongue Tie!

Banyak dari kita yang belum familiar dengan istilah itu, apa sih tongue tie?

Intinya, kondisi lidah bayi yang pendek tidak memungkinkan perlekatan yang sempurna saat menyusu, walhasil menyusuinya juga jadi nggak lancar. Efek ke bayi: si bayi tidak kenyang-kenyang karena proses menyusui yang tidak sempurna, sementara efek untuk si ibu, puting ibu bisa lecet-lecet (parah). Info lebih lengkap tentang tongue tie bisa dilihat disiniΒ dan disini

Sahabat saya sendiri mengalami anaknya tongue tie. Dia mengeluh anaknya nangis terus, nggak mau nenen, dan berat badannya nggak naik-naik. Sempat diberi sufor karena sudah kondisi darurat banget (turun berat badan hampir setengah!), dan setelah diperiksa ke dokter anak di KMC, barulah ketahuan anaknya tongue tie. Cara mengatasi tongue tie ternyata cukup sederhana, yaitu dengan di insisi (memotong tali lidah sehingga lidah bisa menjulur lebih panjang). ih, kok sadis ya? kok tega banget sih sama anaknya? hehe awal-awal saya juga mikir begitu, tapi setelah saya paham, itu adalah tindakan yang tepat agar bayi bisa tetap menyusui dengan ibunya.

4. Dokumen kelahiran

Yup, jangan lupa kita masih harus siapin akte kelahiran anak πŸ˜€ sayangnya saya lupa detail ngurus akte kelahiran anak saya.. hahaha. pokoknya ini poin2 yang saya inget:

– Setelah anak lahir, minta surat keterangan lahir dari RSIA. note: Akte kelahiran anak diurus di kelurahan yg sama dengan RSIA nya.

– Siapkan fotokopi KTP, surat nikah, dan KK kita.

– Berhubung saya lahiran di menteng tapi rumahnya di penggilingan, saya harus minta surat keterangan lahir dari kelurahan. syaratnya bawa KK, fc KTP dan surat nikah, dan surat keterangan lahir dari rumahsakit. Nanti di kelurahan KK kita diupdate dengan tambahan nama anak kita.

– setelah dapet surat keterangan lahir dari kelurahan, balik lagi ke RS nya dan kasih dokumen2 itu ke RSnya biar mereka yang ngurusin :p kalo diurusin RS bayarnya sekitar 250 ribuan, akta kelahiran sebaiknya diurus sebelum umur 3 bulan karena kalau makin lama suka ada dendanya πŸ˜›

5. Pikirin dana pendidikan dan asuransi buat anak

jeng jeng jeng… Setelah duit tabungan kami terkuras untuk biaya lahiran, alhamdulillah bulan-bulan berikutnya ada rejeki yang bisa lah untuk ditabung-tabung buat sekolah anak nanti. Saya sendiri memilih instrumen investasi emas dan reksadana syariah. saya mengalokasikan budget untuk diautodebet reksadananya, sementara untuk emas, kalau uang sudah cukup baru dibeli πŸ˜€ cerita tentang reksadana syariah canggih yang bisa diautodebet di postingan selanjutnya ya πŸ™‚

 

kira kira itulah yang bisa diceritakan tentang lahiran hehehe.. semoga bermanfaat bagi yang membaca πŸ˜‰ next writing insya Allah tentang imunisasi dan MP-ASI πŸ˜‰

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s