Andai Mati Besok

Bulan ini bisa dibilang bulan yang combo bagi saya dan suami. Diawali dengan berita teman sekantor suami (yang sealmamater juga), Adis, yang divonis tumor otak dan harus dioperasi saat itu juga. Kami tidak sempat menjenguk, hanya sempat mengirimkan kue sebagai bentuk dukungan kami untuknya. Tak lama setelah operasi, kondisinya memburuk dan akhirnya wafat.

Tak lama setelah itu, suatu pagi nenek saya mengeluh kakinya dingin dan sakit, dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Saya yang khawatir akhirnya berhasil membujuk suami untuk batal mabit di masjid dan pergi ke bandung untuk menjenguk beliau. Ternyata tidak hanya saya, kakak ibu saya pun langsung oulang dari Balikpapan untuk menjenguk beliau.

Setelah dijenguk oleh anak cucunya, nenek nampaknya sangat membaik. Akhirnya kami makan-makan enak saja sepanjang Sabtu dan Minggu.

Tetapi kamisnya kondisi beliau memburuk, beliau kembali masuk ke UGD. Qadarullah hari Jumat akhirnya Allah menjemput nenek pulang kepada-Nya.

Saya dan suami langsung pergi ke Bandung. Entah kenapa saya sudah ada feeling bahwa nenek akan segera pulang — mungkin feeling itu yang membuat saya agak keukeuh mau ke Bandung Sabtu sebelumnya.

Belum sempat beberes rumah, hari Minggu pagi kami dapat kabar bahwa Mas Agung, sepupu suami saya, wafat dalam kecelakaan kerja. Kami pun langsung pulang ke Jakarta untuk melayat.

Banyak kematian membuat saya jadi banyak merenung.. keluarga saya nampak ikhlas dengan kepergian nenek karena saya sendiri melihat usaha keras mereka untuk berbakti pada orang tua.

Sementara saya.. ah, apalah saya. Boro-boro berbakti, yang ada nyusahin terus. Previlege jadi anak tunggal seringkali bikin saya jadi nggak tahu diri.

Jadi terpikir.. gimana kalau besok mama yang dipanggil? Gimana kalau suami atau anak dipanggil?

Akhirnya alih-alih berduka dan meratapi, saya jadi berpikir.. amalan apa yang bisa membuat keluarga yang sudah berpulang tenang di alam kubur. Amalan apa yang bisa membuat saya nanti tenang di alam kubur…

25 tahun hidup, seringkali saya tersilaukan dunia. Kebanyakan lihat iklan apartemen, yang orang-orang lomba membelinya demgan cara riba. Mau sukses berbisnis tapi nggak tahu adabnya. Adab terhadap orang tua sudah banyak lupa, masih banyak hal-hal penting yang bisa menyelamatkan kita di akhirat yang kita lupa atau bodo amat nggak peduli.

Tau nggak tata cara mandi wajib?

Tau nggak adab terhadap tetangga itu gimana?

Tau nggak kerudung punuk unta gak bisa nyium bau surga?

Tau nggak dosa riba paling ringan itu sama seperti menyetubuhi ibu sendiri?

Usia sudah pasti berkurang.. sementara bertambahnya ilmu belum pasti..

Yuk, berteman dengan calon ahli surga.. karena surga itu mahal harganya. Supaya nggak sibuk mengejar dunia terus..

Advertisements