Reward

hari itu saya teler berat. sepanjang malam baby A yang umurnya masih 1 bulan nggak bisa tidur karena hidungnya mampet, padahal kehausan mau menyusu (jadilah nangis hebooohhhh). Plus kakak S yang masih sakit karena alergi dan butuh diasup obat ontime. haduduh. sudah dipesankan untuk tidur siang, boro2 deh tidur siang — si kakak nutup pintu terlalu kencang dan walhasil pintu rumah nggak bisa dibuka 😂😂😂 akhirnya siang hari dihabiskan dengan nongkrongin mas tukang baik hati yang mbenerin pintu.. fiuh.. (rumah2 berbalita maceuh kayak anak2 saya ada baiknya mempertimbangkan masang door closer di pintu, supaya kalo kebanting pintunya bs nutup pelan2. Baik untuk pintu dan mengurangi resiko tangan kejepit)
Hari itu biasanya beliau rutin ikut kajian. Tapi apa daya, satu2nya timing buat tidur muncul di jam 17.30 — tidur siang macem apa itu 😂 kuputuskan untuk nggak tidur karena pasti kakaknya bentar lagi minta makan dan harus minum obat lagi juga.. akhirnya setelah wa suami beliau memutuskan untuk pulang dan bantu take over si kakak supaya saya bs istirahat
Malamnya beliau pulang. Dan tiba2 memberikan saya sesuatu.
Jam tangan fossil. Merk yang saya memang suka dari dulu 😃
Kata beliau, lately beliau nggak pernah membelikan saya apa2..dan tahun ini berat buat saya. Tahun ini mama sempat diopname dan saya menemani mama di rs. Tahun ini saya sakit dan diopname juga di rs. Tahun ini saya melahirkan anak kedua kita.
Saya bingung sebenarnya.. i did nothing, really.
Saat mama sakit, yang menjaga si kakak supaya saya bisa jaga mama di rumah sakit ya kamu juga.
Yang bayarin rumah sakitnya, ya kamu juga.
Saat saya sakit, si kakak juga opname dan yang jagain si kakak ya kamu juga.
Yang mbayarin rumah sakitnya, ya kamu juga (lagi).
Saat kakak opname dan kamu akhirnya sakit, saya malah nggak bisa ngurusin kamu.
Saat saya melahirkan anak kedua, mana bisa setegar itu kalau kamu nggak menemani (di 20 menit terakhir, serius udh pengen nangis rasanya 😂😂😂)
Saat saya melahirkan anak kedua dan kakak sakit lagi, kamu juga yang jagain si kakak.
It’s you who deserve reward for all the hard work, really. (Bi idznillah)
—-
Dan dengan segala kekurangan saya kamu masih menemukan bahwa saya masih layak untuk kamu cintai..
Allah sang pembolakbalik hati.
Semakin saya merasa kerdil karena saya nggak bisa balas apa2 dalam bentuk materi untuk kamu.
Da rumah juga tiap hari masih berantakan,
Kamu pulang saya juga masih kucel
Semoga Allah berikan saya taufik untuk menjadi istri yang bisa memenuhi hak untukmu.
—-
Banyak alasan kenapa saya lebih optimis kamu yang masuk surga (duluan) daripada saya (hopefully)
Berat juga perjuangan buat ngekorin kamu ke sana 😂
Sebenarnya saya nggak suka sesumbar kalau suami saya baik dan memuliakan saya dlsb. Takut ditaksir orang bos 😂😂😂
Tapi mudah2an cerita ini bisa jadi ibroh utk para suami utk memuliakan istrinya.
Dan buat para istri supaya lebih berjuang utk memuliakan suaminya.
Supaya banyak yang doain kamu dan saya dalam kebaikan heuheu.
Akhir kata..
Saya cuma bisa mendoakan kamu.
Nggak cuma sih.. jangan2 doa impactnya jauh lebih besar daripada hal2 yang sifatnya fisik ya.
Semoga kamu masuk surga tanpa hisab.
Semoga saya dimudahkan untuk qualified ketemu kamu di surga. Menjadi pasangan dunia akhirat di surga gitu maunya… aamiin.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s