Nonjok

Entah kenapa kok banyak banget hal2 yang berseliweran di kepala.. dan kalau diingat2 kadang2 kesal jadinya, hahaha. Jadi saya harap menulis itu bisa jadi penyembuhan buat saya. Seperti kata bang danny,

He’d say “Music was the home for your pain”
And explain I was young, he would say
Take that rage, put it on a page
Take the page to the stage
Blow the roof off the place

– if you could see me now, the script

Suka banget band ini karena lirik lagunya yang jujur dan curcol banget haha. Kenapa jadi bahas the script ya. Ok, so I am now taking my rage and putting it on a page..

—-

Ini cerita saat saya kelas 4 SD.

I wasn’t the popular, nor pretty kids that get recognised or befriended easily. Saya cukup tertutup thanks to my childhood trauma :v saya tomboi dan senengnya berantem (kebanyakan nonton ranma dulu). Somehow saya nggak mudah menemukan orang yang mau berteman sama saya. Malah seringan dibully (what makes a person bullying material ya?). Dibully teman seangkatan, teman sejemputan, tetangga, buset dah sedih amat hidup gw dulu 😂😂😂 (sampe skrg masih mikir kenapa gue suka dibully ya?)

Salah satu faktor fisik saya yang menonjol adalah gigi kelinci tonggos saya. Tonggos as in udah hampir kayak dono, hahaha i wasnt pretty nobody loves me 😂 menyedihkan. Itu bikin saya jadi bahan buli2an orang juga kayaknya.

Nah suatu hari seorang teman perempuan yang anak orang kaya dan princess-like ngata2in saya tonggos terus2an. Kesel dong ya dikatain orang… entah kenapa otak saya mengambil keputusan epic saat itu: hajar aja ini anak biar mampus😂

Dan tanpa basa basi kugebukinlah dia habis-habisan. Kayaknya dia ngelawan, tapi maap2 saya lebih ganas hahaha. Saya inget ngejambak rambutnya dan nonjok mukanya.. man, that felt so good.

Saya nggak ingat kelanjutannya.. hal terakhir yang saya ingat ada beberapa anak yang melerai kami. Pembantaian berhenti di koridor sekolah.

Tapi lalu tak lama kemudian orang-orang menatap saya dengan penuh kebencian. Kata mereka, “Kamu mendorong dia sampai jatuh dari tangga kan?”

What the what?

Bahkan salah satu orang yang menuduh itu, saya ingat dia ada di sana saat saya berhenti memukuli si fulanah. Jelas-jelas dia melihat saya nggak mendorong fulanah sampai jatuh dari tangga.

Kecil-kecil tukang ngibul 😐dan hasil ngibulannya juga nggak ada nilai tambah buat dia, tapi minus buat saya. Atau emang di dunia ini emang ada jenis-jenis makhluk yang senengnya liat orang tambah sengsara :v

Saya beneran lupa akhirnya guru-guru ngapain untuk menyikapi kejadian ini… Yang saya inget, waktu saya sampai rumah, telepon rumah berbunyi.

Lupa pembicaraan lengkapnya tapi kira2 gini lah:

“Ini Reytia ya?”

“Iya betul”

“Ini mamanya xxxxx… Kamu tadi mukulin anak saya ya… blablabla.. tindakan kamu itu bisa tante laporkan ke polisi lho.. dlsb” (gak inget lengkapnya)

Dan saya anehnya cuma ber “oh” aja dengan lempeng 😅

——

Lalu mama saya pulang dari kantor. Singkat cerita mama sudah tau dan saya juga cerita kalau tadi saya ditelpon oleh mama si korban.

Dan waktu saya cerita tentang kalimat “nanti dilaporin polisi” mama cuma ketawa. 😂

Saya nggak dimarahin. Dan itu highlight terbaik hari itu, ternyata masih ada yang peduli dengan saya padahal di sekolah saya sudah dituduh macam-macam.

Saat saya sudah dewasa, saya dan mama sempat mengobrolkan kejadian ini lagi. Ternyata mama si korban juga ngomel-ngomel ke mama dan mama dengan cool nya menjawab:

“Ya wajar lah anak saya marah, orang anak kamu yang duluan ngata-ngatain anak saya.”

Nonjokin orang dan dibenci teman-teman itu buruk, dan meninggalkan kesan yang mendalam di hati saya. Tapi kalimat mama itu, berhasil membuat kenangan buruk itu jadi guyonan terhebat di hidup saya :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s