Rumah Bocor vs Tukang

Rumah bocor? Fyuuh.. siapa sih yang nggak pernah mengalami.. Makin berasa jika musim hujan mulai menghampiri. Tahun lalu, saat hujan sedang deras-derasnya, dinding kamar saya bahkan jadi ada rembesan airnya kayak air terjun.. hahahaha. Nah, mumpung hujan belum terlalu sering, saya pun memutuskan untuk segera memperbaiki kebocoran yang mengganggu ini.

Apa saja masalahnya?

1. Dinding kamar saya dan dinding ruang keluarga yang berbatasan langsung dengan tanah kosong selalu kerembesan air setiap hujan.

Penyebab A:
Plesteran di ban-banan atap (pertemuan antara dinding dan genteng) mulai retak sehingga merembes.

Solusi A:
Plester ulang dengan menggunakan semen waterproof (saya beli merk sika), bisa juga dilapis lg dengan waterproofing layer (aquaproof, sika dll).

Penyebab B:
Saat diperiksa (lihat ke dinding samping, jalan dulu ke tanag kosongnya) ternyata ada beberapa plesteran yg sudah menggembung karena kemasukan air.

Solusi B:
Ketrik plesteran di titik yang sudah gembung, plester ulang. Kemudian dilapisi cat waterproof.

2. Dinding depan rumah saya yang ada jendelanya selalu kena rembesan air tiap hujan.

Penyebab:
1. Ada retakan di dinding yang menjadi celah masuk air
2. Jendelanya tidak ada kanopi sehingga air tampias

Solusi:
1. Retakan dinding bisa disilen
2. Bisa cat waterproof untuk dinding bagian luar
3. Pasang kanopi untuk mencegah tampias di kemudian hari

—–

Nah persoalannya sih cuma begitu aja, masalahnya adalah susah nyari orang yang mau ngerjain. Tukang langganan saya kadang somse banget kalo sibuk jadi walhasil saya pun mencoba cari tukang lain berdasarkan rekomendasi tetangga.

Datanglah si Mas X. Saya minta observasi titik bocor. Sekalian lihat ke loteng buat cek atap (kebetulan atap rumah masih kayu, dan emang udah keropos. Tapi nggak bakalan ganti juga sampai 4 tahun ke depan karena mau sekalian memperbesar kamar buat kamar anak jadi biar atapnya sekalian diperbesar)

Hasil:
1. Mas X menyarankan buat ganti atap pakai baja ringan
2. Mas X menyarankan untuk ketrik plesteran dan ganti plesteran baru (seperti yang saya jabarkan di atas)

Biaya yang ditawarkan:
Borongan untuk ganti atap 35 juta
Borongan untuk ganti plesteran 15 juta, kira2 8 hari kerja

Kemahalan! Saya cuma bilang ke masnya, mahal banget mas. Coba kasih rincian ke saya biar saya tau apa sih yg bikin mahal. Nanti saya ngobrol dulu sm suami saya. Masnya pun mengiyakan.

Saat saya cerita ke suami, doi cuman komentar “ngasal kali bu. Coba kamu itung bahannya, kan kamu yang ngerti gituan” (kebetulan saya emang suka wara wiri toko bangunan sehubungan dengan kerjaan saya)

Dihitung2 pun nggak sampai 6 juta. Jadi males deh nawarnya ke mas ini. Skip.

—-

Tukanh berikutnya yang saya temui adalah Mas Y. Ketemunya karena kebetulan papasan sama istriny yang lagi bawa anaknya jalan2, dia pun cerita suaminya tukang. Wah, boleh juga nanya dulu. Saya pun mengundang Mas Y untuk ke rumah dan survey suasana.

Saya lupa dia nyaranin apa.. hahaa. Saya tanya bagaimana sistem kerjanya. Dia bilang harian, per hari 175 ribu buat dia itu juga dikasih tambahan beras dan lauk buat dimasak. Wew mahal bener.

Saya tanya, kerja berapa orang dan berapa hari? Dia bilang wah belum bisa mastikan, karena kerjaan kayak gini bisa merembet kemana-mana, kalo orang nggak ngerti mah nggak tau kerjaannya.

(Mas, saya arsitek lho)

Saya cuma bilang, ya itunglah kira2 butuh berapa lama dan berapa orang. Terus saya perlu beli apa aja. Supaya saya tau saya harus keluar uang berapa. Uang saya kan juga bukannya gak terbatas.

“Oh iya bu. Kalo bos saya yang sekarang mah, katanya terserah saya aja, yang penting kerjaan aman, beres”

Yang ini juga saya skip karena:
1. Nggak bisa estimasi jumlah orang yang kerja dan jumlah harinya. Menunjukkan: kurang pengalaman, atau nggak paham masalah, atau emang niat ngelama2in
2. Saya nggak masalah kalau akhirnya ternyata harus nambah hari karena pekerjaannya ternyata ada hambatan asal dikomunikasikan ke saya.
3. Menangkap tanda tukang malas di mas yang ini karena waktu saya ketemu di rmh yang lagi dia benerin istrinya bilang “mampir aja mbak itu suami saya lg nganggur kok” ternyata banyak kerjaan di sana yang belom beres. Edan juga bosnya burning money 175rb per hari buat kerjaan yang misterius. Haha.

Berhubung udah kadung gak percaya, daripada suuzon, skip.

—-

Akhirnya saya pun nelepon mas Z, tukang langganan saya..ini orangnya baek dan kerjanya bener cuma somse aja kalo sibuk. Kadang2 suka nelepon minta tolong benerin pompa air yg suka ngadat aja suka ga mau dibayar haha. Nah ternyata kebetulan mas Z ini dibolehin sama bosnya buat bantu di rumah saya dulu, alhamdulillah. Mas Z bilang untuk pekerjaannya kira2 4 hari (saya juga minta sekalian ngecat kamar hehehe) yang kerja berdua. Ongkos upah berdua 215 ribu. Setelah diskusi dengan mas Z, berikut estimasi harga yang dibutuhkan:

Man power 4 x 215 ribu = 860 ribu
Semen 1 sak (40 kg) 58 ribu
Pasir 1 gerobak 32 ribu
Semen waterproof 5 kg 62.500
Aquaproof 4 kg 175.000
Sika raintite 4 kg 151.000
Sealant 1 buah 25.000
Cat roll 2 55.000
Tempat cat 2 25.000
Kuas 3 inch 2 20.000
Bahan utk stager bambu 650 ribu
Kanopi baru 800 ribu

Total : 1.963.500

Extra:
Cat dulux easyclean buat kamar 4 x 156 rb = 732 ribu
Perbaikan talang carport 200 ribu
Stop kontak tutup 2 buah 100 ribu
Total 1.032.000

Super total:
2.995.500

Bandingin ama yang 15 juta dah….

Kata suami saya, kalau puas dengan kerjaannya dan bagus, tambahin deh uangnya…

Kira2 begitu perkiraannya. Mudah-mudahan pekerjaan lancar dan nggak ada tambahan sana sini 🙂 aamiin.

Advertisements

4 thoughts on “Rumah Bocor vs Tukang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s