Pada Hari Itu

Ada suatu hari di mana uang tak lagi berlaku. Ada suatu hari di mana sebuah amal baik sebesar zarrah akan menjadi sangat berarti bagi pemiliknya. Ada suatu hari di mana seorang ibu pun tidak mau menanggung dosa anak-anaknya, sementara sang anak akan menuntut orangtuanya atas pembiaran terhadap dosa yang selama ini dia lakukan.

Pada hari itu, tidak ada seorangpun yang selamat atas apa yang mereka perbuat.

Lu pikir gue nggak asik? Ngeselin? Ya ukhtifillah, saya cuma takut pada hari itu kamu akan menuntut saya atas pembiaran yang saya lakukan terhadap maksiat yang ada di depan mata saya.

Takut, sungguh saya takut.

Beruntunglah kamu saat kamu masih punya keluarga dan sahabat yang mengingatkanmu akan kebenaran. Sesungguhnya saya tidak ingin di hari akhir nanti kita akan saling menuntut – berebut pahala dan saling lempar-lemparan dosa.

Berat jika kamu seorang lelaki – ibu, istri, anak, saudarimu ada di tanggunganmu. Dibilang cerewet, cerewet deh. Pada hari itu, salah-salah pahalamu digerogoti oleh para tanggunganmu atas hal yang tidak kamu ajarkan.

Jika kamu perempuan, plis jangan ngeyel. Jaga izzah dan kehormatan diri, tegakah kita nantinya menuntut bapak kita, anak kita, saudara laki-laki kita atas maksiat yang kita perbuat?

Pada hari itu, manusia berterbangan seperti anai-anai….

Dan hari itu, pasti terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s