Closure

Aku memilih untuk memaafkanmu.
Karena setelah kupikir lagi,
Keenggananku hanya buah dari gurihnya rasa benci yang dihembuskan para setan.
Benci yang mengakar dan menyisakan luka saat ia tercabut.
Bekas luka akan selalu ada
Dan aku memilih untuk membiarkannya
Sebagai bukti bahwa kau pernah ada.
Sudah pernah kutulis,
Aku pernah sangat membencimu dan kupikir itulah tanda cinta..
Tapi yang tersisa kini, ah, sudahlah..
Hanya rasa kasihan kepadamu.
Egoku telah lama menguap,
Semoga Allah mengampunimu,
Semoga Allah menyayangimu,
Semoga Allah berikan taufik dan hidayah kepadamu,
Semoga Allah mengampuniku.
Dan sesungguhnya maaf dan cinta itu akan selalu ada bagimu dariku
Rabbighfirliy, waliwalidayya, warhamhuma, kamaa rabbayani shagiira.
—-
Aku ingin berjumpa denganmu tanpa pembicaraan tentang dendam dan manipulasi.. Semoga aku masih bisa mendengar nasihat bijak dari tubuh rentamu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s