Memori Sepotong Ketan

“Kenapa sih ini macet banget?” kata suami saya di perjalanan pulang.

“Hmm, kayaknya karena pada parkir di tempat ketan susu, kalau malam minggu kan ramai.” Saya menunjuk ke warung ketan susu di pinggir jalan yang mengambil lokasi parkiran sebuah bengkel. Tempat itu memang selalu ramai di malam hari, terutama akhir minggu.

“Ah,benar juga.” Kami akhirnya lolos dari kerumunan kendaraan yang akan parkir di tempat ketan susu. “Aku nggak suka ketan susu itu. Rasanya terlalu manis. Kamu suka?”

“Aku malah nggak suka ketan sama sekali. Mau dikasih susu kek, mau enggak, tetep aja nggak suka.”

“Padahal enak banget tuh kalau dikasih tape.”

“Di kampung mama juga tiap lebaran itu makanan ada, tetap aja nggak pernah kusentuh.”

Lalu pikiran saya tiba-tiba melayang ke Majalaya. Rumah kecil di pinggir jalan dengan makanan yang selalu tersedia – ketan, tape, rempeyek, pepes ikan mas, nasi dan sambal. Padahal yang menyediakan tidak lebih berada daripada kami, dan saya baru menyadari betapa mereka berkorban untuk menjamu kami yang datang jauh dari kota.

Entah kenapa saya sedih karena sampai sekarang saya tidak bisa menyukai ketan dan tape yang mereka buat dengan susah payah, atau mungkin saya lebih sedih karena saya menyadari bahwa dua orang yang seringkali memakannya bersama saya sudah tiada – nenek dan wak yani (Allah yarhamhuma).

Sekarang rumah itu sudah dijual, dan yang tersisa dari mereka hanyalah setumpuk tanah dan batu nisan.

Lebaran tahun ini, apakah aku akan bertemu lagi dengan ketan dan tape yang tidak aku sukai?

Semoga Allah lapangkan kubur nenek dan wak yani, sungguh penantian yang lama sampai kita semua nanti akan dibangkitkan, insya Allah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s