Menduga-duga

Dia bilang mentari pagi ini redup

Mungkin karena banyaknya malaikat yang pulang ke langit

Adakah semalam malam seribu bulan?

Bukannya ketenangan yang kurasa tapi malam yang riuh gemuruh

Entah yang salah malamnya atau hati manusianya

Adakah semalam malam seribu bulan?
Banggakah mereka yang merasa sudah mendapatkannya

Sementara saya di sini…

Hanya Allah yang tahu usaha saya

Adakah semalam malam seribu bulan?
Ataukah kita hanya tertipu dengan tanda-tanda

Jika benar adanya

Apakah yang mendapatkannya akan berbangga diri seolah mendapat piala

Atau justru merasa hina karena sadar akan dosanya

Saya sudah pensiun menduga apakah malam ini atau malam kemarin adalah malam lailatul qadr, karena 10 hari terakhir di bulan Ramadhan tahun kemarin nggak hanya semalam yang paginya “matahari bersinar redup” dan malamnya “malam yang tenang” – toh pada akhirnya dengan tanda-tanda yang “tertangkap” shalat malam saya tetap kurang panjang dan istighfarnya kurang banyak.

I’m done guessing – tahun ini saya bahkan meminta suami saya untuk diam saja bahkan kalau dia menduga malam itu malam lailatul qadr.

Kalau memang benar, saya takut ibaadah saya kendor besoknya karena merasa sudah dapat bonus

Kalau bukan, saya takut kecewa dan mengendurkan ibadah saya besoknya juga.

So… Shut up and istighfar aja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s