Ikhlas

Keikhlasan menjadi istri kudapatkan saat keluar dari pekerjaanku

Dan keikhlasan menjadi ibu kudapatkan saat menghentikan wirausahaku

Perlu tiga tahun lebih untuk mencerna

Bahwa kesal kepada anak-anak bukan karena mereka

Tapi karena deadline proyek yang mepet

Atau eksekusi detail yang salah oleh tukang

Anak-anak hanya mengharapkan Ibunya ada

Mereka menggelayut manja

Demikian sudah fitrahnya

Membiarkan suami menjemput rezeki

Belajar qanaah dan menjaga harta suami

Fokus menjadi madrasah bagi anak-anak

Sudahlah, apa sih yang dicari

Rezeki berupa anak soleh nggak bisa digantikan dengan testimoni positif produk di instagram

Kalau harta selalu dirasa kurang

Mungkin sudah saatnya nyangkul di kampung saja

Memang tidak cocok kami jadi orang Jakarta

Semoga Allah mengampuni segala kekhilafan saya sebagai Ibu dan istri

Anak-anak selalu memaafkan

Semoga Allah ridho dan memaafkan

—-

Saat saya pikir betapa kerennya jadi mompreneur

Apakah itu semua karena Allah

Atau hanya mengejar pujian manusia

Toh pujian hanya sepanjang lidah

Kalau saya mati juga nanti mereka lupa

Yang kesel sama toa masjid yg ribut jam 3 pagi -Mengurangi kekhusyukan ibadah. Bayangin lagi mesra-mesranya pacaran terus diteriakin pake Toa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s