Jangan Menyerah

Jangan pernah menyerah atas kelemahan diri kita

Jangan pernah menyerah atas eloknya fitrah anak kita.

—-
Saya adalah seorang Ibu muda. Saat melahirkan anak pertama saya, ungkapan “Anak-anak punya anak” itu bisa jadi benar adanya. Singkat cerita saya kayaknya rada depresi ba’da lahiran, sehingga butuh 1,5 tahun untuk membentuk bonding yang baik dengan anak sulung saya (sekarang usianya 3,5 tahun)

Sebagaimana Ibu pada umumnya, selain cinta ada kalanya kesal dengan anak sendiri saat hal-hal tidak sesuai dengan ekspektasi, atau saat kita sedang lelah saja. Saat lelah, terkadang saya jadi off guard dan menjadi menye-menye – lemah dan seolah terzolimi dengan lelahnya mengurus anak. Duile boi, bikin anak kan dilakukan secara sadar, pun Sang Penitip juga sudah menakar tidak ada ujian yang melebihi kemampuan hamba-Nya. Mbok ya jadi hamba yang kuat dikit kenapa deh.

Beberapa kali saya menerima curahan hati dari beberapa Ibu yang mengeluhkan anaknya. Anakku ini kok kurang ajar. Anakku ini kok pemalas. Anakku ini kok begini, kok begitu. Aku nggak tahan dengan kelakuan anakku yang begini dan begitu…

Entahlah… 

Saya percaya doa Ibu adalah doa yang mustajab, dan apa yang kita sampaikan terhadap orang lain tentang anak kita, itulah sejatinya ia.

Betapa manusia memang sangat mudah untuk melihat secuil goresan hitam di lembaran kertas putih, bahkan jika kertas putih itu darah dagingnya sendiri.

Sudah jadi fitrah seorang Ibu untuk selalu menjadi contoh bagi anak-anaknya. Di akhir zaman sekarang ini, konon tanda kiamat yang sudah terjadi adalah seorang budak melahirkan majikannya.

Bukan, anakku bukan majikan bagiku dan aku bukan budaknya.

Anakku adalah anakku dan aku adalah Ibunya.

Betapa seorang anak adalah peniru ulung, dan seringkali sang Ibu lupa diri dan terlalu sibuk untuk meratapi kelemahan dirinya.

Jangan menyerah. Jangan menyerah.

Ingatlah bahwa fitrah anak itu adalah suci.

Ingatlah bahwa fitrah manusia adalah berbuat salah, namun Allah mencintai hamba-Nya yang bertaubat dan berlari mendekati-Nya.

Jangan menyerah, berhenti meratapi kelemahan diri.

Manusia adalah jiwa yang lemah, namun mereka memiliki Rabb yang Maha Kuat.

Jangan menyerah, jangan pernah menyerah untuk membentuk diri menjadi Ibu terbaik bagi anak-anak kita, Istri terbaik bagi suami kita, anak terbaik bagi orangtua kita.

 Jangan pernah menyerah untuk memuliakan diri kita dan keluarga kita di dunia dan akhirat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s