Insult

Ada masa di mana kita menjalankan agama islam yang rasanya seperti menggenggam bara api. Di sinilah saya, menggenggam bara api.

Dibilang kurang ajar sama orang tua sendiri? Checked.

Dibilang terlalu ekstrim dan gak open minded? Checked.

😂😂😂

Anyway, saat kita bilang seseorang itu gak open minded, bukannya berarti kita lagi close minded dengan mind nya orang yang kita suruh open minded itu ya? Hehe.

Asuransi gak boleh. Musik gak boleh. Terus apa dong yang oke?

Mendapat ridha Allah cukup oke… walaupun ridhallah wa bil ridha walidayn juga sih…

Menggenggam bara api, panasnya terbawa sampai ke mimpi. Mungkin karena alam bawah sadar saya merasa kepercayaannya dingenyekin oleh orang terdekat lalu sakit hati dan gak terima.

Lalu semalam aku bermimpi aku sedang sholat dan orang-orang menertawakanku.

Well…

Yahdiallahu.

Udah bagus inner childnya gak bangun. Well at least i’m more in control with my mind.

“Jangan terlalu ekstrim dalam beragama” so what’s the new extreme and what’s the new normal? Di akhir zaman ini semuanya amburadul.

Advertisements

Otak vs Hati

Otak:

Pengeluaran banyak amat, kayaknya gw boros, harus hemat2 biar ada tabungan ah.

Mesti bayar ini itu kok simpanannya tinggal dikit ya 😦

Hati:

Aduh temen abis kecelakaan masuk ICU. Sumbang sejumlah X ajalah kasihan keluarganya (which drains out all the savings… 😂)

Sesungguhnya saat di dalam kubur manusia akan memohon agar mereka diberi kesempatan hidup lagi untuk beramal soleh. Jadi… screw nabung? Hehe. Semoga Allah ringankan beban keluarga teman saya itu…

Azima

Adalah calon nama anak kedua saya yang gak lolos acc suami. Hahahah. Padahal idenya jelas banget: Azima Mujtahada – wanita yang bertekad kuat untuk menjadi mujahid.

Tapi apa daya ya pak suami maunya namanya si nomer 2 ini combo istri nabi Muhammad (Shalallahu Alayhi Wassalam) dan Ratu Saba istrinya Nabi Sulaiman.. okelah jadi istri taat aja, toh memang nama orang2 soleh adalah nama2 yang baik hehehe.

Tapi doa ibu itu tidak bisa diremehkan… Satu setengah tahun hidup, dan saya bisa melihatnya dalam diri anak saya: azima mujtahada. Anaknya keinginannya kuaaaty banget xD dari hamil memang pengennya anak perempuan yang strong :p Nama boleh pemberian suami, tapi sifat yang didoakan ibu ternyata gak akan lepas hehehe…

Ayo Main Ke Kantor Imigrasi!

Bismillah, hari ini sambil nunggu antrian wawancara di imigrasi yang… lumayan hehe 😣 mendingan saya nulis sesuatu yang bermanfaat yakaan?

Jadi saya kebetulan mau perpanjang paspor dan anak bungsu pun belum berpaspor. Kebetulan bulan maret nanti kami ada rencana pergi ke Malaysia untuk menghadiri pernikahan saudara, jadi cuss lah kami bikin 😊

Kalau dulu upload dokumen bisa dari online dan harus bayar ke BNI dulu sebelum datang ke Kanim, sekarang sistemnya sudah beda, yaitu menggunakan aplikasi nomor antrian. Gimana caranya?

  1. Download aplikasi antrian paspor di playstore
  2. Daftarkan alamat email kita
  3. Verifikasi email kita (cek email dari aplikasi), dan aplikasi pun siap digunakan.

Untuk proses pengambilan nomor sendiri cukup mudah, tinggal buka aplikasinya saja dan pilih Kanim yang kita inginkan. Setahu saya, sistem akan memperbarui kuota setiap hari Jumat, jadi cobalah untuk buka aplikasi di hari itu. Oh iya, jangan buka di komputer ya, karena berdasae pengalaman saya, jadinya tanggal availablenya malah nggak kelihatan.

Setelah memilih kanim, akan muncul tanggal dan jumlah kuota yang tersedia. Setiap akun bisa booking sampai 5 nomor antrian selama masih di 1 KK, jadi bisa booking untuk suami/anak juga 🙂 Saya booking awal januari dan dapat jadwal tanggal 15.

Setelah booking selesai, kita akan mendapatkan QR Code dan info tanggal & jam kedatangan. QR Code ini sebaiknya diprintscreen segera, supaya kita nggak kelimpungan kalau servernya lagi down dan kita gak bisa buka aplikasinya.

Apa saja yang disiapkan?

  1. FC KTP
  2. FC Akte lahir
  3. FC Kartu Keluarga
  4. FC Buku Nikah
  5. FC Paspor lama
  6. Dan dokumen aslinya
  7. Kalau untuk anak, ditambah dengan: FC KTP kedua orang tua, FC Paspor orangtua, FC Buku nikah orangtua
  8. Surat pernyataan (minta di kanim)
  9. Formulir surat perjalanan (minta di kanim)
  10. Materai 6000
  11. Pulpen
  12. Pakai baju rapi – tidak pakai sendal/singlet/celana pendek

Bookingan saya dan si bungsu adalah tanggal 15 jam 11 – 12 siang. Saran saya, datanglah 30 menit sebelum waktu yang tertulis. Segera ke helpdesk dan minta formulir surat perjalanan dan surat pernyataan, manfaatkan 30 menit itu untuk isi formulir. Nomor antrian wawancara baru bisa diambil di rentang waktu yang tertulis di bookingan. Jadi 5 menit sebelumnya boleh juga standby di jalur antrian. Di sini petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen kita. Jika bawa anak/hamil/lansia, mintalah antrian prioritas.

Setelah dapat nomor antrian, tinggal tunggu wawancara deh. Pertanyaannya: Berapa lamakah? Saya sukses dapat nomor antrian pukul 11.30 dan dipanggil untuk submit berkas pada pukul…

14.30 wakakakakak. Setelah submit berkas, kita diminta menunggu untuk foto dan wawancara. Asyiknya dalam 1 loket ada 2 orang petugas, yang 1 petugas admin dan yang 1 bertugas foto dan wawancara. Jadi kalau kita memasukkan berkas di loket 1, duduk menunggunya di dekat situ saja, nanti petugas wawancara akan panggil nama (awas gak kedengaran karena petugasnya suaranya suka ketutup suara nomor antrian). Si bungsu dapet loket 1 jadi saya duduk di dekat sana. Saya amati setelah submit berkas, ada jeda 2-4 orang yang wawancara sampai nama kita dipanggil.

Setelah foto dan wawancara, petugas akan memberikan resi untuk pembayaran. Pembayaran bisa dilakukan di mobil POS yang parkir di kanim Jakarta Timur (bisa ada jasa kirim paspor juga lho), sayangnya mobilnya sudah pulang sekitar jam 3 sore. Saat saya turun, mobil sudah pulang. Pembayaran bisa dilakukan di ATM atau teller beberapa bank, antara lain BNI dan BCA.

Setelah pembayaran, paspor bisa diambil dalam waktu 3 hari kerja.

Adakah calo? Kurasa ada hehehe. Tapi mainnya nggak sefrontal dulu. Kalau dulu bener-bener kelihatan ‘nyelak’, di sini kayaknya mereka berkoordinasi dengan WA, sehingga bisa saja petugas mengeluarkan nomor antrian ekstra dan resi ekstra untuk pembayaran. Untuk wawancara dan foto sendiri nggak kelihatan ‘diselak’ karena memang ada selisih beberapa antrian di depan saat kita masukin berkas hehe (semua ini hanya dugaan). Mengapa aku bisa berpikir begitu? Karena td ngobrol dengan ibu2 yang lagi nunggu dan pas kutanya “dapet nomer berapa, bu?” Ibunya jawab “oh nomor saya diambilin orang”. Dan praktek “jasa” juga masih ada kok, buktinya kemarin saya whatsapp orangnya masih kasih info harga 😂

Oh ya FYI saya ambil paspor biasa 48 halaman biayanya 355 ribu rupiah. Kenapa gak ganti e passport? Sejujurnya ga paham apa gunanya selain bisa gratis visa jepang. Tapi tadi saya ketemu teman kuliah saya yg bikinin paspor elektronik sekeluarga. Katanya sih ada beberapa antrian khusus paspor elektronik di imigrasi bandara, berguna banget buat yang malas antri atau buru-buru mengejar penerbangan. Baru tau juga sih. Tapi biar deh gak pakai paspor elektronik, berhubung gak ada rencana ke luar negeri lagi karena masih banyak kebutuhan finansial chuuy…

Oh iya soal harga, kalau pake biro jasa berapa ya? Biro jasa yang saya tanya menawarkan 1,5 juta – submit dokumen hari ini, besok foto dan wawancara, besoknya jadi. Ada juga teman saya yang kena 850 ribu tapi jadinya 10 hari. Kalau masih bisa bikin sendiri, mending bikin sendiri aja sih, dengan begitu kita bisa membantu para petugas imigrasi untuk menjaga harga diri mereka 😉 anyway di sini petugasnya muda-muda dan ramah, helpful juga.

Total waktu habis di kanim: 5 jam. Kira-kira apa ya yang bisa dilakukan untuk mempersingkat waktu tunggu? Sepertinya ada baiknya kalau kantor imigrasi memperbanyak konternya, karena sistem saat ini menurut saya sudah cukup baik. Kan asik kalau sudah ambil nomor antrian, lalu begitu masuk nomornya langsung dipanggil hehe… Semoga Kanim di seluruh Indonesia menjadi semakin baik! 😉

PS: si bungsu yg dapat antrian prioritas sebenarnya sdh dipanggil sekitar 10 menit setelah ambil nomor antrian, tapi ternyata ada dokumen yg ketinggalan jadilah nunggu bang gojek dulu. Petugasnya berbaik hati nunggu sampai sebelum jam 3 sore. Jam 1 siang submit dokumen bungsu, dipanggil 30 menit kemudian lah kira2.

Sinking

My heart is sinking.

Apa padanan bahasa Indonesia yang tepat? Hatiku tenggelam? Nggak juga sih. Kamu tahu kan, perasaan aneh di dadamu – bergejolak seperti mau keluar dari tenggorokanmu, membuatmu gelisah. Membuat tidak tenang ngapa-ngapain. Dan anehnya seolah kegelisahan dalam dada itu menyulut airmata untuk mengalir ke pipi. Aneh.

Ini tidak enak. Tapi kurasa ini tidak enak yang baik.

Karena mungkin… Itu hanya gejolak dari hati yang sedang melunturkan kerak-kerak dosanya. Bersiap untuk menerima cahaya lagi. Hati keras yang sedang melunak.

Ini tidak enak. Tapi semoga ini tidak enak yang baik.

Karena tidak mungkin seorang hamba bisa menyesal dan bertaubat kepada Rabbnya tanpa kegelisahan dan rasa kebutuhan untuk ditenangkan oleh yang menciptakannya.

Untuk kesekian kalinya… Dan semoga Kau belum bosan. Dan aku mohon jangan bosan. Aku kembali kepada-Mu.

Kau tahu, hamba yang paling lemah itu adalah hamba yang tidak pernah berdoa kepada Rabbnya. Karena doa itu mudah dan gratis, hanya mengangkat tangan dan bermodal permintaan. Kalau itu saja tidak bisa, sungguh, kamu ini apa?

*this is me talking to myself*

Kekang

Seperti ini

Terlihat begitu

Bukan berarti 

Aku lebih baik darimu

Apa terlihat sok suci?

Terserahlah kalau itu masalahmu

Tapi ini urusanku

Dengan Penciptaku

Di sini, aku

Memakai kekangku

Untuk mengingat

Bagaimana seharusnya aku

Jiwa yang suci

Kemewahan yang belum kumiliki

Maka aku begini

Berusaha sebisaku

Mungkin terlihat aneh bagimu

Tapi beginilah aku

Hanya bisa mencoba

Dan berharap dicatatnya pahala