Puasa Syawal

Ini pertama kalinya saya langsung gaspol ganti puasa Ramadhan di Syawal setelah beranak 2. Sejak hamil anak pertama sampai (nyaris) selesai menyusui anak kedua, emang rasanya selalu adaa aja uzur untuk nggak puasa. Emang lemes banget, bro sis. Dan ini masalahnya ada anak anak yang masih kudu diasup via plasenta dan ASI, ditambah sempet sakit TB 2x, jadi aja itu utang numpuk kabeh…

Jadi… Puasa Syawal itu berat. Hahaha. Soalnya ambience nya masih makan hura-hura, silaturahmi dan makan enak sama saudara. Tapi kalau nggak segera dilakukan, bakal tambah males. Waktupun menyempit, karena stok hari-hari Syawal ini harus dikurangi hari-hari silaturahmi dan hari-hari datang bulan. Bener-bener ngepas buat ganti puasa Ramadhan dan Syawalannya…

Saya ingat sebuah hadist bahwa semua amal baik itu untuk pelakunya kecuali puasa, puasa itu untuk Allah. Berarti amalan yang satu ini istimewa dong ya, sampai-sampai ada pintu surga khusus ahli puasa: Ar-Rayyan.

Dipikir-pikir walaupun kalau puasa saya jadi letoy dan capek kalo lari-lari, mungkin ini yang Allah lebih suka ya. Kalau puasa saya nggak boleh begadang geje, karena nanti ga bisa bangun sahur. Siangnya dibiki lemes, soalnya kalau weekend bawaannya mau ke mall mulu :p ah, Allah bisaan aja menjaga hamba-Nya dengan cara-cara unik…

Status hari ini hutang puasa sisa 2 dan belum syawalan. Asli, kepala pusing banget dan lemes banana cooy.. Tapi surga tidak bisa didapatkan dengan ber easy-easy aja kan? Bilal aja ditiban pake batu di padang pasir supaya murtad masih aja yang dibilang “Ahad, Ahad, Ahad”.

Kaum akhir zaman ini emang udah dari sononya akan sulit buat nyamain kualitas ibadah para sahabat.. Makanya dikasih bonus banyak sama Allah. Setelah lailatul qadr, puasa yang 6 hari ini berpahala setahun penuh lho. Apa gara-gara Ramadhan udah lewat terus segala ibadah yang punya multiplier effect jadi gak trendy lagi?

Plis deh, jangan sok gak butuh pahala puasa setahun. Kayak yang umurnya masih ada kuota setahun lagi aje 😅

Aku pusing dan lemas, tapi aku akan tetap bertahan! Bi idznillah bisa!

Advertisements

Financial Planning Untuk Ramadhan dan Hari Raya

Ebuset, panjang bener ya judul ini. Jadi gini, biasanya kan waktu bulan puasa dan idul fitri biasanya tiba-tiba pengeluaran jadi buanyaaaak banget. Ya buat konsumsi, ya buat sedekah. Bahkan keluarga kami yang sudah mencanangkan budget khusus untuk Ramadhan masih kebobolan juga hehehe. Jadi, mumpung masih belum lupa, saya akan mencatat persiapan finansial apa saja yang harus dilakukan untuk Ramadhan dan Idul Fitri, supaya tahun depan insya Allah semua udah siap sebelum ramadhan jadi kita tinggal ibadah aja.

Ada beberapa pos dana yang bisa disiapkan yaitu:

  1. Pos Sumbangan Berbuka Puasa
  2. Pos THR karyawan dan pekerja di sekitar rumah
  3. Pos Zakat Fitrah
  4. Pos Amal Soleh 10 malam terakhir
  5. Pos Sedekah Lain-Lain
  6. Pos Suvenir & Hadiah Idul Fitri untuk Keluarga
  7. Pos Biaya Mudik
  8. Pos Masakan Lebaran

Sementara sumber dana yang direncanakan adalah dari tabungan (menyisihkan setiap bulan) dan mengambil sebagian dari THR yang suami dapatkan dari kantor.

Sekarang, mari kita bahas satu persatu. Untuk pos ini, jumlah bisa disesuaikan dengan kemampuan keluarga. Apabila dana terbatas, tentu saja beberapa pos bisa disesuaikan jumlahnya atau ditiadakan 😉 fleksibel aja, yang wajib mah cuma nomer 2 sama 3 kok.

1. Pos Sumbangan Berbuka Puasa

Kebetulan keluarga kami sudah rutin menjadi donatur buka puasa masjid komplek rumah kami. Jadi setiap tahun, kami menyediakan 25 porsi makanan berbuka ke masjid bersama beberapa tetangga yang ditunjuk hari itu. Makanan akan dibagikan kepada warga/siapapun yang kebetulan berada di sana di jam berbuka.

Selain itu ada beberapa yayasan pengelola anak yatim yang rutin menginfokan kebutuhan donasinya kepada kami. Untuk yang ini kami juga menyediakan budget untuk membantu, tapi kalau lagi bokek kita bisa membagikan info kebutuhan panti yatim ke teman-teman yang sedang ada kelebihan rezeki 🙂

2. Pos THR karyawan dan pekerja di sekitar rumah

Kalau ini kami biasanya mengambil dananya dari THR suami. Untuk karyawan di rumah alias ART jumlahnya 1x gaji. Untuk pekerja di sekitar rumah, biasanya pengumpulan THRnya dikoordinir dan sistemnya patungan dengan tetangga, jumlahnya seikhlasnya saja.

3. Pos Zakat Fitrah

Ini paling penting 🙂 Kami selalu membayar zakat fitrah dengan beras yang kami makan, dan sejak 2 tahun terakhir kami bagikan sendiri. Semua anggota keluarga wajib hukumnya membayar zakat fitrah (dalam kasus ini bisa dibayarkan kepala keluarga). Selain itu, kepala keluarga wajib menanggung zakat fitrah pekerja yang dinafkahi olehnya. Berarti, ART kita juga wajib kita bayarin zakatnya 🙂

Boleh membayari zakat keluarga kita yang lain, seperti ibu atau adik, tapi tentu saja kita kasih tau mereka dulu supaya gak dobel bayar hehe.

Jumlah biaya yang harus disiapkan adalah 3 kg beras per orang. Tinggal dikalikan aja sama jumlah orang di rumah kita.

4. Pos Sedekah 10 Malam Terakhir

Ini strategi rada koplak tapi nyata adanya xD Prinsipnya kan kalau malam lailatul qadr mendapatkan pahala 1000 bulan,. Jadi kami selama sepuluh malam terakhir, setiap malam saya dan suami transfer sedekah ke Palestina. Lumayan lah misalkan 50 ribu sehari: 50,000 x 1000 bulan x 30 hari = Kurang lebih 1,5 Milyar. Sedekah 50 ribu rasa 1,5 M, hanya di bulan Ramadhan. Itu baru 50 ribu, ya. Kalau bisa sejuta sehari kan lebih mantap 😉 (aaamiiiin)

5. Pos Sedekah Lain-lain

Di luar semua yang sudah direncanakan, bulan Ramadhan adalah bulan di mana amalan dilipatgandakan pahalanya. Jadi kalau ada lebihan uang, bolehlah kita sisihkan sejumlah uang untuk nyenengin orang-orang yang kurang beruntung.

6. Pos Hadiah Idul Fitri Keluarga

Kalau yang ini sesuaikan dengan kemampuan saja. Berhubung alhamdulillah tahun ini rezekinya ada, jadi kami anggarkan dananya karena YAELAH CUY NGASIH HADIAH KE KELUARGA SETAUN SEKALI AJE CUY… (kami bukan penganut ultahan soalnya haha jadi ied adalah momentum yang paling pas untuk kasih hadiah ke keluarga)

Kami memberikan hadiah ke keluarga inti, om tante bude pakde eyang dan sepupu. Berhubung jumlahe banyak tenan, tentu saja harus disesuaikan dengan budget. Suami tadinya ngusulin “gimana kalo kita kasih mukena”. Tapi mukena yang layak kasih aja harganya bisa 200 ribu sendiri, dikali jumlah keluarganya yang buanyak wkwkwk bisa ilang seketika dong THR suami. Akhirnya kami beli madu dan cokelat (beli di teh patra, banyak mix cokelat aneka harga dari 30 ribu sampai 120 ribuan juga ada). Gak nyangka ternyata cokelatnya laris euyy… yang dikasih juga seneng 🙂

Oh iya kalau ketemu anak-anak tetangga yang lagi muter salaman bisa dikasih uang 5000an (tuker duit di bank sebelum lebaran) atau bisa juga dikasih snack murmer 🙂 kemarin si kakak dapat susu ultra dari tetangganya mertua hehe.

7. Pos Biaya Mudik

Secara mudiknya cuma ke Bandung, tapi tetep sih harus disiapkan anggarannya, minimal bensin dan uang tol. Alhamdulillah akomodasi gak usah bayar karena ada rumah saudara di sana.

Yang hebring mah kalau mudik ke Rembang, heuheu. Ini perencanaan harus matang dan jauh-jauh hari, karena harus naik kereta + sewa mobil. Plus nginep di hotel.

Menurut saya pos dana mudik ini bisa diambil dari THR, tapi persiapannya bisa dari 3 bulan sebelumnya dengan mengambil tabungan lain (tapi nanti akan diganti dari THR) supaya dapat tiket dengan harga terbaik.

8. Pos Masakan Lebaran & Open House

Kalau rumah kita termasuk yang suka dikunjungi, perlu juga menyiapkan budget khusus untuk open house. Minimal menyediakan suguhan cemilan untuk para tamu, kalau kondisi finansial memungkinkan bisa menyediakan makan berat atau traktir makan di luar – disesuaikan saja dengan kondisi masing-masing.

Untuk hidangan lebaran di rumah, berhubung orangnya sedikit saya cuma mesen ketupat, sayur godog, opor, rendang, semur, sambel goreng ati ke catering temen. Porsi ber4 300ribu dan enak menurut saya, jadi tahun depan mah gini lagi juga ajah insya Allah.

Nah kira-kira itulah catatan dari Ramadhan dan Idul Fitri kemarin yang bisa saya ingat. Semoga bisa membantu persiapan tahun berikutnya lebih baik. Next nya kayaknya harus nulis strategi ibadah biar bekel akhirat cukup deh 😀

 

27

Mereka berlomba

Menghidupkan malam

Beramal soleh

Tapi aku di sini

Tersungkur di hadapanMu

Mengetuk pintuMu

Supaya tidak Kau tinggalkan

Bagaimana aku bisa berlomba

Kalau Kau tak bolehkan aku jadi peserta

Mereka berlomba

Tapi aku

Hanya ingin bicara denganMu

Mungkin ini yang namanya rindu

Jangan tinggalkan aku

Aku hanya ingin ridhaMu

Sometimes…

Sometimes you just don’t care anymore,

Too tired to think about it with your brain,

Too tired to worry about this and that.

You can only try but that’s it.

And you resort to Allah,

leave the rest to Him.

I just don’t care anymore.

(Yaa hayyu yaa qayyum, birahmatika astaghist, ashlih lii sya’ni kullahu wa laa takilni illa nafsin tharfata ‘ain)

Kenapa

Kenapa aku sejahat ini?

Mungkin gara-gara kamu Pa

Yang menghajar ibuku di waktu kecil

Dan kalian yang merundungku di waktu kecil

Aku tidak pernah lupa

Nanti di akhirat kalian juga aku minta tanggung dosanya

Million Dollar Question

I tried to call you

But no one answer

Tried to find you

Guess it’s too late

Are you still alive?

I set myself apart

Because my soul is weak

But in the end

What’s left is regret

Are you still alive?

What a stupid question

A daughter ask to her father

Why people set us apart

Are they willing to cover all God’s judgement

For separating father and daughter

I might block my way to heaven

Because of you

So where are you?

Are you still alive?