Hukum Rimba

Tanggal 25 libur kejepit, pengennya sih liburan ke mana gitu sama keluarga, apa daya tabungan tiada sisa karena abis renov rumah, hahaha. Anyway, suami juga dinas luar sih tanggal 26 nya. Jadi kami putuskan tanggal 25 ini kami mau berfamily time dengan mengajak anak-anak main di playground.

Melihat cuaca yang tidak menentu dan angin yang dingin & kencang, kami coret dulu aktifitas outdoor dari rencana kami. Akhirnya kami pun berlabuh di Kidzoona – sebuah playground berbayar di AEON Mall JGC. Playground ini memang sudah beberapa kali kami amati dan anak-anak pun tampak tertarik. Tapi karena kami ngirit, tentu saja kami lebih sering mengarahkan anak-anak untuk main di playground gratisan di dekat bianglala AEON :p Kali ini pengecualian, hitung-hitung bikin anak senang.

Harga tiket per anak 90 ribu rupiah per jam (karena hari libur). Untuk harga per hari kalau tidak salah 120 ribu. Kami ambil tiket per jam saja (ya iyalah anak dua cuy). Saya bertugas menemani anak-anak, sementara bapake nongkrong di luar sambil murojaah (lagian belio ga bawa kaos kaki)

Di dalam Kidzoona ada beberapa wahana permainan:

  • mandi bola + perosotan + panjatan
  • Area roleplay
  • Area permainan (ada mainan puzzle-puzzle, magformers)
  • Area kinetic sand
  • Panggung karaoke
  • Air slide
  • Cyber wheel
  • Area baby
  • Builder zone (?) tempat bikin-bikin bangunan pakai blok gabus besar.

Gak sempet foto, googling aja yak hahaha.

Tapi ya gitu deh, ramai banget. Tempatnya luas, jadi kalau main sejam doang memang agak rugi hehe karena banyak banget yang pengen dicoba. Apakah saya suka tempat ini? Nggak, hehehe. Karena…

Untuk harga yang cukup mahal, Kidzoona menyediakan aneka permainan. TAPI tidak menyediakan staf untuk mengarahkan pengguna mainan untuk merapikan kembali, atau setidaknya ngantri. Hasilnya? Area permainan pretend play bentuknya udah nggak jelas. Wadah yang isinya tulisannya “paprika” isinya udah nggak tau apa, belum yang berceceran di mana-mana. Kartu pos nyasar ke mobil pemadam kebakaran. Pisau mainan nyasar di mobil pemadam kebakaran lagi. Berantakan banget, saya sama anak-anak aja jadi males mainnya, hehehe. Penyakit yang sama saya lihat saat main di perpus DKI di Cikini – kalau habis main, nggak diberesin lagi. Dibiarin aja. Di tempat gratisan maupun berbayar, kebiasaan ini nampaknya masih lekat dan harus diperbaiki (sebenarnya bisa sih asal ada wasit yang mengingatkan tanpa lelah).

Terus karena keterbatasan tempat, area cyber wheel sering digunakan untuk event (aktifitas crafting, dancing etc). Sayang banget sih karena menurut saya cyber wheel itu wahana yang lumayan banyak peminat.

Di sisi lain, area permainan puzzle dan sejenisnya lumayan sepi (makanya rapi ?). Padahal ada magformers lho, seru juga mainnya. Jadi pengen punya di rumah (eh :p). Area khusus bayi juga lumayan rapi, nggak terlalu banyak yang main di sana.

Selain itu, kami juga mengalami hal yang tidak menyenangkan saat bermain di sana – hal yang membuat saya berpikir mau playground berbayar kek, nggak kek, tetep aja ‘hutan rimba’ :p Jadi, anak saya lagi main cyber wheel. Belum setengah jalan, eh ada anak umur 9-10 tahunan nyelonong aja nyetop cyber wheel yang sedang kami mainkan dan mau masuk.

Oh tidak semudah itu, Ferguso.

Saya langsung tegur, “Kamu kalau mau main, gantian. Silakan main setelah kami selesai.”

Yha, nggak ada peraturan tertulis juga sih di playgroundnya kalau main itu harus bergantian -__- tapi saya cuma pakai logika sederhana aja, kalau lagi main terus seenaknya diinterupsi siapa sih yang suka? Itulah gunanya ada peraturan tertulis di tempat umum, supaya orang punya batasan perilaku wajar yang disepakati bersama. Mbok ya udah mahal-mahal bayar yang gini-gini juga diatur gitu lho..

Lanjut nemenin anak bungsu yang masih kicil main kereta-keretaan di rel, baru juga semenit eh muncul anak yang tadi dan merebut mainan kereta yang lagi dipegang anak saya… AGSJA(SFHOOIEJF)WHE*FH(W.

Namanya juga hutan rimba. Bayar ratusan ribu juga tetep aja yang berlaku hukum rimba -_-

Jadi, kalau bayar dan nggak bayar

Advertisements

2 thoughts on “Hukum Rimba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s