Centang Dua

Sudah tersampaikan,

Niat baik menyambung tali

Memang sulit,

Lama tergantung

Menunggu damai dengan diri

Advertisements

Children’s Honesty

Sabtu kemarin saya baru saja menghadiri acara akhirussanah sekolah anak saya. Acaranya ya gitu, pentas sambil menunjukkan hasil yang sudah dipelajari sambil main-main di TK selama setahun. Yang ditampilkan ada operet, dan hafalan Qur’an dan hadist. Anak Sanggar Bermain dikasih kostum pinguin dan joget-joget. Lucunya mak, pusing aku xD masya Allah.

Dari seluruh penampilan, saya merasa semuanya tampil dengan sangat baik dan sempurna. Acaranya menyenangkan. Anak SB yang udah dikasih kostum pinguin itu pada akhirnya nggak ada yang gerak sesuai koreografi, tapi semua penonton ikut berdiri dan menyemangati.. Dan semua tertawa gembira (mereka berdiri diem aja udah lucu sih, akhirnya kakak-kakak TKB bikin rusuh dengan joget joget di belakang bocah-bocah itu xD). Anak PG yang lagi baca surat Al Kafirun, medley di ayat 345 (semua orang pernah mengalaminya kok kayaknya hahaha). Anak TKB yang membuka acara demam panggung dan diem aja di depan mikrofon sampai lamaaaaa banget 😀

Yang saya suka, semuanya mengalir dengan natural dan disitulah kita melihat gimana sih pertemanan bocah-bocah TK ini sebenarnya. Anak TKB yang demam panggung itu akhirnya disemangati dua temannya (yang juga membuka acara, mereka tampil bertiga) sampai akhirnya dia berani bersuara. Gurunya nggak pakai turun tangan. Ben, teman anak saya di TK-A yang bertugas mengkomandoi salam dan memimpin hafalan sempat bengong sesaat, kayanya lupa habis hafalan surat Al Qoriah masih harus mimpin hafalan hadist xD yang terjadi adalah teman-teman di kiri dan kanannya mendekat ke mikrofon sambil teriak-teriak “Beeen ayo Beeen… Beeeen ayooo Beenn…” dan anak saya yang berdirinya selisih 4 anak dari Ben juga jadi ikut-ikutan ber ‘Ben-ayo-Ben’ ria.. hahaha. Waktu performance kelas tahfidz membacakan surat As-Syams, yang harusnya baca ayat 5 malah baca ayat 8 xD akhirnya dikoreksi sama temannya.. Performance yang lucu dan penuh dengan colek-colekan dan bingung-bingung dikit, tapi justru di situ bukan aslinya anak TK? Semua dibawa santai aja, nggak ada beban.. Bikin hati hangat yang nonton 🙂

Rather than trying to show off whatever they can achieve, I see it more like a performance of honesty. Di luar kemampuan anak-anak untuk melakukan operet atau hafalan surat dan hadist, saya sangaaattt jauh apresiasi kemampuan mereka bisa berempati kepada teman-temannya yang gugup di atas panggung dan bersama-sama menyelesaikan penampilan mereka.

Sangat apresiasi usaha guru-gurunya yang sudah ngajarin anak-anak kita macam-macam. Things we can’t do, or not capable of yet. Sungguh besar sekali jasa guru-guru itu ya… Sejujurnya kalau si Saip gak hafalan surat Al Qoriah di sekolahnya mungkin sekarang saya belum terpicu buat menghafal juga, hahaha.

Penasaran anak saya TK nya di mana? Namanya TK Sabilia 😀

Playing Victim

Sometimes you drown again in self hatred and loathing

But all you get is that you’re told playing victim

Of course,

They’re not the one struggling everyday without feeling unworthy

Oh, the root of all those feelings

Who am I going to blame?

All those bullies or those who didn’t do anything watching me suffer

Or those who knew but became silent

Or those who left the open wound

Time heals

But I messed up and dig up the wounds again

You know that lately I feel like I’m a bad mother

Stupid mother who just cant say nice things to her children

Stupid mother who just cant care enough to feed their kids good stuffs

Stupid mother…

But why the hell am I telling all this?

To get a pity or sympathy?

None of it will get things straight.

The hardest one to forgive is ourselves

After long journey of self healing and trying to love myself, I can’t believe I come back to square one.

I did believe that I am a good mother,

But now it’s so hard to believe that

(But if I don’t believe it, who will?)

Hobi

Kalo ditanya hobi masa kecil, jawabnya pasti baca, nulis, gambar

Kalau waktu dewasa, saya akan jawab hobi belajar

Karena pintar membuat kita percaya diri dan satu dari beberapa hal yang bisa membuat kita merasa berharga

Udahlah gak berharga, terus bodoh, mau jadi apa? 😂

Dunya

I let you go,

Because I have Allah

And whatever I need is already written 50,000 years before all the creation

Isn’t it He who said,

The world and everything in it is cursed

Except dzikrullah?

How do I defy the illusion?

I’m defying you,

The illusion of short happiness

Because I have a long journey

After they buried my body

I’ll have Allah,

My Creator and The Sole Protector

To defy you.

I’m leaving you,

I let go.

Permintaan Tertulis ke Pintu Langit

Ya Allah yang menciptakan aku, yang melahirkan anak-anak yang kau titipkan pada kami dari rahimku,

Berikanlah petunjukMu agar kami tidak tersesat dalam menjaga titipan-Mu

Berikanlah petunjuk atas segala pilihan yang harus kami buat,

Jadikanlah kami manusia yang berusaha dengan sebaik-baiknya,

Dan jangan Engkau jadikan kami termasuk golongan orang yang lalai

Sebagaimana Engkau ciptakan kami dan keturunan kami,

Berilah kami petunjukMu selama berada di dunia ini,

Agar kami selalu kembali kepadaMu

Karena sesungguhnya hidup dan mati kami hanya untukMu

Jadikanlah kami termasuk orang yang beruntung,

Yang melihat malaikat yang tersenyum saat ditarik nyawanya,

Yang kelak menerima kitab dari tangan kanan,

Yang kuburnya terang bercahaya,

Yang kelak bisa melewati shirath secepat-cepatnya,

Yang layak mendapat sepetak dari surgaMu yang lebih luas dari langit dan bumi

(Aamiin)

Hukum Rimba

Tanggal 25 libur kejepit, pengennya sih liburan ke mana gitu sama keluarga, apa daya tabungan tiada sisa karena abis renov rumah, hahaha. Anyway, suami juga dinas luar sih tanggal 26 nya. Jadi kami putuskan tanggal 25 ini kami mau berfamily time dengan mengajak anak-anak main di playground.

Melihat cuaca yang tidak menentu dan angin yang dingin & kencang, kami coret dulu aktifitas outdoor dari rencana kami. Akhirnya kami pun berlabuh di Kidzoona – sebuah playground berbayar di AEON Mall JGC. Playground ini memang sudah beberapa kali kami amati dan anak-anak pun tampak tertarik. Tapi karena kami ngirit, tentu saja kami lebih sering mengarahkan anak-anak untuk main di playground gratisan di dekat bianglala AEON :p Kali ini pengecualian, hitung-hitung bikin anak senang.

Harga tiket per anak 90 ribu rupiah per jam (karena hari libur). Untuk harga per hari kalau tidak salah 120 ribu. Kami ambil tiket per jam saja (ya iyalah anak dua cuy). Saya bertugas menemani anak-anak, sementara bapake nongkrong di luar sambil murojaah (lagian belio ga bawa kaos kaki)

Di dalam Kidzoona ada beberapa wahana permainan:

  • mandi bola + perosotan + panjatan
  • Area roleplay
  • Area permainan (ada mainan puzzle-puzzle, magformers)
  • Area kinetic sand
  • Panggung karaoke
  • Air slide
  • Cyber wheel
  • Area baby
  • Builder zone (?) tempat bikin-bikin bangunan pakai blok gabus besar.

Gak sempet foto, googling aja yak hahaha.

Tapi ya gitu deh, ramai banget. Tempatnya luas, jadi kalau main sejam doang memang agak rugi hehe karena banyak banget yang pengen dicoba. Apakah saya suka tempat ini? Nggak, hehehe. Karena…

Untuk harga yang cukup mahal, Kidzoona menyediakan aneka permainan. TAPI tidak menyediakan staf untuk mengarahkan pengguna mainan untuk merapikan kembali, atau setidaknya ngantri. Hasilnya? Area permainan pretend play bentuknya udah nggak jelas. Wadah yang isinya tulisannya “paprika” isinya udah nggak tau apa, belum yang berceceran di mana-mana. Kartu pos nyasar ke mobil pemadam kebakaran. Pisau mainan nyasar di mobil pemadam kebakaran lagi. Berantakan banget, saya sama anak-anak aja jadi males mainnya, hehehe. Penyakit yang sama saya lihat saat main di perpus DKI di Cikini – kalau habis main, nggak diberesin lagi. Dibiarin aja. Di tempat gratisan maupun berbayar, kebiasaan ini nampaknya masih lekat dan harus diperbaiki (sebenarnya bisa sih asal ada wasit yang mengingatkan tanpa lelah).

Terus karena keterbatasan tempat, area cyber wheel sering digunakan untuk event (aktifitas crafting, dancing etc). Sayang banget sih karena menurut saya cyber wheel itu wahana yang lumayan banyak peminat.

Di sisi lain, area permainan puzzle dan sejenisnya lumayan sepi (makanya rapi ?). Padahal ada magformers lho, seru juga mainnya. Jadi pengen punya di rumah (eh :p). Area khusus bayi juga lumayan rapi, nggak terlalu banyak yang main di sana.

Selain itu, kami juga mengalami hal yang tidak menyenangkan saat bermain di sana – hal yang membuat saya berpikir mau playground berbayar kek, nggak kek, tetep aja ‘hutan rimba’ :p Jadi, anak saya lagi main cyber wheel. Belum setengah jalan, eh ada anak umur 9-10 tahunan nyelonong aja nyetop cyber wheel yang sedang kami mainkan dan mau masuk.

Oh tidak semudah itu, Ferguso.

Saya langsung tegur, “Kamu kalau mau main, gantian. Silakan main setelah kami selesai.”

Yha, nggak ada peraturan tertulis juga sih di playgroundnya kalau main itu harus bergantian -__- tapi saya cuma pakai logika sederhana aja, kalau lagi main terus seenaknya diinterupsi siapa sih yang suka? Itulah gunanya ada peraturan tertulis di tempat umum, supaya orang punya batasan perilaku wajar yang disepakati bersama. Mbok ya udah mahal-mahal bayar yang gini-gini juga diatur gitu lho..

Lanjut nemenin anak bungsu yang masih kicil main kereta-keretaan di rel, baru juga semenit eh muncul anak yang tadi dan merebut mainan kereta yang lagi dipegang anak saya… AGSJA(SFHOOIEJF)WHE*FH(W.

Namanya juga hutan rimba. Bayar ratusan ribu juga tetep aja yang berlaku hukum rimba -_-

Jadi, kalau bayar dan nggak bayar